Cari...
03/10/17
The cronicles of: Fantasy Chapter 2
The cronicles of: Fantasy
Author: Wiko staro
Team Creator:
Wiko staro
Ferdinand Leoangga
M. yasilukian
Genere: Fantasy, Fiksi ilmiah, Adventure, Romance, Comedy
.
Chapter 2
Tabir masa lalu
.
.
.
Staro's PoV
.
"Brumm!" suara dari kenalpot motorku yg semakin lama semakin keras. di malam yg hening ini terasa sangat sepi, yah mungkin karena memang aku mengambil route utara, karena yg aku tau di malam seperti ini jalur utama selalu ramai, tidak menutup kemungkinan jika aku akan terjebak macet di sana.
.
Humm, perasaan apa ini? kenapa, aku terus terpikir tentang hari itu. akh! kepalaku sakit! kenapa! kenapa aku harus mengingatnya!
.
eh? apa ini? aku merasakan beberapa tetesan air, hingga akhirnya aku menyadari kalau itu adalah tetesan hujan. yah benar saja, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
.
"akh! sial, kenapa harus turun hujan di saat seperti ini" keluhku dalam hati. pandanganku juga turut buram karena air hujan menghalangi pandanganku dari kaca helm
.
aku memperlambat kecepatan motorku untuk meminimalisir kecelakaan. mungkin sAja ada lubang atau kendaraan lain di sini. samar samar aku melihat sebuah bangunan besar. North side Hospital, hanya itu yg bisa ku baca dari tulisan besar di depan nya. ah ya, sepertinya itu adalah rumah sakit. rumah sakit adAlah tempat umum yg bisa di masuki siapa saja kAn.
.
dengan sigap aku segera memasuki halaman depan rumah sakit itu dan memarkirkan motor ku di depan pintu masuk
.
"sial, kenapa harus turun hujan" keluhku di depan pintu masuk mencoba mencari tempat duduk. ah aku bisa duduk di dekat bunga itu.
.
aku segera ke sana dan duduk sembari mengeluarkan ponselku.
.
"sial. ponselku jadi basah karena hujan ini" ponselku juga turut basah. tapi sepertinya masih bisa di hidupkan.
.
ponselnya memang berhasil di hidupkan, tapi status bar nya tidak menunjukkan adanya sinyal. sepertinya hujan deras ini menghalanginya.
.
"wah? oh ayolah, di siang hari aku sudah dapat banyak masAlah, apa di malam hari kesialan itu juga tidak hilang" gumamku kesal menatap rintik hujan.
.
tiba-tiba Aku kembali teringat tentang hari itu. kebakaran itu. dan kejadian satu minggu setelahnya.
.
"uhm. kenapa hidupku seperti ini" gumamku pelan memegang kepalaku di tengah derasnya hujan di malam itu.
.
"Kenapa. kenapa tuhan memberiku kebahagiaan, jika kebahagiaan itu akan di ambil kembali dari genggamanku. kenapa harus begitu." ucapku pelan.
.
"kenapa. kenapaaa!!!. akh!" teriakku yg sontak langsung berdiri.
.
kepalaku sakit lagi, dengan pelan aku kembali duduk dengan memegangi kepalaku
.
"Lisa, aku merindukanmu" gumamku pelan. mataku mulai berkaca-kaca
.
Sekilas aku melihat sosok perempuan masuk ke rumah sakit ini.
.
"eh?, itu tadi apa?" ujar batinku yg sontak langsung menoleh ke arah pintu masuk
.
entah kenapa sosok tadi berhasil membuatku penasaran. aku segera menghampiri pintu untuk melihatnya.
.
Saat aku sampai di pintu. aku tak menemukan apa-apa. oh tapi saat aku melirik ke arah tangga darurat. itu dia. sekilas aku melihatnya naik ke sana.
.
aku segera mengejarnya. namun baru beberapa langkah dari pintu masuk.
.
"Tek!" bertepatan dengan suara itu. listrik nya tiba-tiba mati. seisi ruangan ini menjadi gelap gulita. aku tak bisa melihat apa-apa.
.
"akh!" lututku membentur sesuatu, sakit sekali. sepertinya itu adalah ujung kursi atas sebagainya.
.
"sial. kenapa kesialan ini tidak hilang juga!" keluhku di tengah ruangan yg gelap itu. ini benar-benar gelap aku tak bisa melihat apa-apa. sial. orang itu tadi juga cepat sekali, mungkin lebih cepat dari flash-
.
eh tunggu. flash. terdengar familiar. humm. flash. flash light. ah itu dia!
.
handphone ku punya satu fitur senter led yg di sebut flash light. yah. senter semacam ini memang sudah ketinggalan zaman jika di bAndingkan dengan sfl. tapi setidaknya ini bisa membantuku untuk penerangan.
.
"di mAna ya" gumamku sembari merogo saku kantong belakangku mencari handphone ku. ah ini dia. segera ku hidupkan senter di handphone ku itu.
.
aku melihat ke arah lututku yg terluka. ternyata berdarah. pantas saja sakit sekali. tapi sudahlah. lebih bAik aku segera mengejar orang tadi. perlahAn aku mulai berjalAn ke arah tangga. karena lututku terluka jadi mau tak mau aku hArus berjalan pincang.
.
"tap, tap, tap" suara langkah kAkiku menaiki sedikit demi sedikit anak tangga yg terbuat dari bahan logam itu. mengerikan sekali. aku sudah seperti berada dalam sebuah film atau game horor.
.
"ah akhirnya sampai" anak tangganya berahir di sini. sebuah lorong dengan banyak pintu masuk. bisa ku tebak itu adalah ruang kamar rs, mungkin.
.
"eh?!" aku melihatnya lagi. sosok itu. tunggu. apa?! aku seakan tak percaya dengan apa yg ku lihat
.
dia. dia bercahaya dalam gelap ini!. ia masuk ke dAlam sebuah kamar rumah sakit. di atas pintunya ada no 24
.
tubuhku merinding seketika bergetaran.
.
"a apa?" aku melihat sekeliling. akhirnya aku menyadAri. aku benar-benar berada dalam film horor! senter, dan rumAh sakit yg sudah tidak berfungsi lagi. rumah sakit ini sudah lama di tutup. pantas saja. sejAk Awal aku tak melihat orang-orang bahkan karyawan pengurus di pintu masuk.
.
"apa maksudnya ini" gumamku pelan. nAmun aku memikirkan kembali apa tujuanku masuk kemari. aku harus bisa melihat apa yg ada di dalam ruangan itu.
.
"hoii hantu! jangan main mAin denganku yaa!" teriakku sembAri berlari menuju pintu ber nomor 24 itu. ya sebenarnya aku hanyA mempraktekkan apa yg ku baca di internet.
.
aku sampai di pintu putih itu. dan tanpa pikir panjang lagi segera ku bukA.
.
"ckrek!"
.
pintu itu terbuka perlahan. sampai akhirnya terbuka sepenuhnya
.
.
"a apa?! i ini kan" kamar rumah sakit ini?! no 24?! ini. ini kan...
.
"ini?! kamar tempat lisa di rawat dulu" ucapku pelan. kepalaku sakit lagi. mataku tak berkedip. seluruh tubuhku gemetaran. apa ini? perasaan apa ini?!
.
"lisa" gumamku pelan. kali ini aku benar-benar tak bisa menahan air mataku. hingga akhirnya ia behasil menetes dari kelopak mataku. kepalaku benar-benar sakit.
.
"akh!" aku merasa sebuah ingAtan besar merasuk ke otakku. penghilahatanku perlahan buram. hingga akhirnya. aku tak sadarkan diri...
.
***
.
~Flash back 4 tahun lalu~
.
Author PoV
.
Bumi 2018
.
"cepat staro! kita sudah terlambat!" seru seorang gadis kecil di tepi jalan raya itu tengah berseru kepada teman laki-laki nya yg bernama staro yg sudah nampak kelelahan itu. ia menumpu badan di lututnya dengan kedua tangAnnya.
.
"huaaaa. tunggu, tunggu sebentar, lisa, aku sudah sangat lelah" ujar staro dengan nada terengah-engah mencoba mengatur nafasnya
.
"oh ayolaaaah jadi laki-laki itu harus kuat. kalau tidak segera, akan ku tinggalkan kau" jawab gadis kecil bernama lisa itu dengan nada jengkel sembari menyilangkan tangan di depan dadanya
.
"wah kau kejam sekali" gumam staro pelan. iA mulai berdiri dan mencoba berlari mengejar lisa yg ada di depannya
.
lisa tersenyum manis melihat semangat staro itu
.
"baiklah ayo cepat. kita sudah sangat terlambat. hoho" seru nyA sembari mulai berlari menuju SMP mereka
.
***
.
~tiba di gerbang depan SMP~
"waaaaah gawat jam pertama sudah di mulai 10 menit yg lalu!" ujar lisa yg melihat ke arah jam tAngan nya. kemudian ia langsung menarik tangan staro yg masih sibuk merapikan bajunya itu dan langsung berlari menuju kelas mereka
.
"huwaaaaa! bisakah pelan-pelan saja" tanya staro yg mencoba untuk mengimbangi kecepatan lisa
.
"tidak bisa. kita benar-benar sudah terlambat" jawab lisa pelan. raut wajAh nya terlihat resah
.
staro yg menyadari itu mulai mengerti perasaan lisa saat ini. dan dia mulai tersenyum dan mempercepat langkahnya mendahului lisa. tangan mereka masih memegang erat sAtu sama lain
.
"eh?" lisa melihat senyum staro itu dan membalas senyumannya. sekarang tangan lisalah yg di tarik oleh staro
.
hampir tiba di ruang kelas mereka di lantai 2 block C mereka mulai memperlambat kecepatan sampai dengan berhenti.
.
lisa mencoba mengintip lewat jendela pertama. sedangkan staro mempethatikannya dari belakang
.
"wah gawat. pelajarannya sudah di mulai" gumam lisa pelan. kedua telapak tangan nya saling mendekap yg lidetakkannya di depan dAda
.
sementara lisa memperhatikan ruang kelas. staro malah sibuk mengelap keringatnya.
.
"uhm! kalian sedang apa di sini?" terdengar suara seorang wanita dewasa dari belakang. keduanya terkejut saat mendapati ibu guru piket tengah menatap mereka
.
"eh. a anu buk. tAdi ada yg ketinggalan" ucap staro memberi alasan
.
"oh. yasudAh. cepat masuk. jangan keluyuran di luar nanti di lihat kepala sekolah" tegur ibu guru itu
.
"ah. baik buk. terima kasih" ucap staro dan lisa tak sengaja berbarengan
.
"eh?" keduanya saling melihat satu sama lain. staro memperhatikan wajah lisa yg memerah. menyadari tatapan staro itu lisa segera berlari menuju pintu masuk kelas di ikuti oleh staro di belAkang
.
mereka berdua ternyata duduk tidak terlalu berjauhan hanya saja staro duduk di baris ke 3 dan lisa duduk di baris ke 4 di pisahkan oleh 1 baris memanjang di samping mereka
.
beberapa saat kemudian guru piket yg tadi menegur mereka masuk ke kelas.
.
"selamat pagi anak-anak" sapa ibu guru itu
.
"pagi buuuuuk" jawab para murid serempak
.
"baiklah. karena ibu elin nya sedang ada pekerjaan lain. ia menitipkan mAteri pembelajaran nya kepada ibu. jAdi, ibu yg akan mengawasi kelas kalian satu jam kedepan. apa ada yg keberatan?" jelas ibu guru itu.
dan yah. bagaikan sebuah budaya. saat ibu itu bertanya. se isi kelas menjadi hening seketika.
.
"baiklah jika tidak adA. silahkan letakkan tas kalian di samping kursi dan tak ada alat tulis lain di atas meja selain satu buku dan satu pena. hari ini ujiAn kimia"
.
"apaaaa?!" ucap sebagian besar orang di kelas itu berbarengan tak terkecuali dengan staro
.
"nah ok. jika sudah teriaknya kita Akan mulai ujian nya" ujar ibu guru yg mulai membagikan kertAs ujian.
.
***
.
~40 menit berlalu sejak ujian ini di mulai~
.
"oh ya ampun. ujian nya kimia, sedangkan semalam aku malah belajar matematika" gumam staro pelan sembari memegang kepalanya
.
lisa yg sudah lama selesai memperhatikan staro dari belakang
.
"baiklah Anak-anak waktu tinggal 10 menit lagi"
.
"huwaaaa! aku baru mengisi 5 soal dari total 40 soal. hAdeeeeh" ujar staro dalam hati sembari menggaruk-garuk kepalanya
.
"hadeh. dasar staro. pasti dia salah jadwal lagi" ujar lisa dalam hati. ia merobek sebuah kertas kecil
.
saat staro menggaruk-garuk kepalanya. tiba-tiba lemparan sebuah kertas mengarah ke kepalanya. ia menoleh ke arAh samping belakang dan mendapati lisa tengah tersenyum manis ke arah nya.
.
staro mengambil kertas itu kemudian membukanya dan mendapati sebuah kunci jawaban. ia kembali menoleh ke arah lisa dan membalas senyum nya
.
***
.
ujian selesai dengan sukses tAnpa kendala. ibu guru itu keluar dari kelas di ikuti dengan suara bell jam istirahat. semua murid keluar dari kelasnya dan sibuk dengan urusannya masing-masing
.
namun di saat yg lain keluar kelas. staro malah mendekati lisa yg masih sibuk membereskan peralatan belajarnya
.
"eh. hei terima kasih banyak ya soal yg tadi. kamu benar-benar membantuku" ujar staro sembari membantu lisa membereskan buku-bukunya. lisa berhenti sejenak untuk menatap staro
.
"apa?" tanya lisa
.
"terima kasih" jawab staro singkat
.
"bukan-bukan yg kedua" ucapnya
.
"haa?"
.
"maksudku kalimat yg ke dua" jelas risa meminta staro mengulangi kalimatnya
.
"oh yg-kamu benar-benAr membantuku?"
.
"nah iya. hoho. tumbel sekali memanggilku dengan sebutan kamu. kesambet jin apa nih?" ucap risa sedikit menahan tawa
.
"hueee? jin? jin ifrit kalik" gumam staro menatap lisa malas
.
"hahahaha. kau itu benar-benar lucu" ujar lisa tertawa lepas
.
"hueee. terserah kau saja" jawab staro sedikit tersenyum melihat lisa yg tertawa bahagia
.
***
.
~jam pulang sekolah pun tiba~
.
di perjalanan pulang mereka kembali pulang bersama namun di tengah-tingah perjalanan mereka berdua melihat mobil dari keluarga lisa berjalan pelan menuju mereka berdua
.
"eh lisa. bukankah itu mobil keluargamu?" tanya staro yg sontak berhenti
.
"ah iya ya" jawab lisa turut berhenti dan memperhatikan mobil keluarganya
.
mobil itu berhenti di dekat mereka berdua. kaca dari mobil itu terbuka. dan mereka mendApati di sana Ada ibu lisa
.
"lisa ayo cepat. sebelum hari semakin panas" ucap ibu lisa itu datar
.
"ah iya bu. tunggu sebentar ya" jawab lisa singkat kemudian ia kembali menatap staro dengan senyum manis
.
"ada apa?" tanya staro keheranan. yah memang tak biasanya
.
"uhm maaf ya. aku pulang duluAn"
.
"oh. pulang. ku kira ada apa tadi. yasudah. hati hati ya" jawab staro sembari tersenyum
.
lisa tak berkata apa-apa lagi. ia hanya naik ke mobil dan tersenyum ke arah staro sembari melambaikan tangan, begitupun dengan staro. ia turut tersenyum dan melambaikan tangan pula
.
"humm. aku pulang sendirian hari ini" gumam staro pelan dan mulai melanjutkan langkahnya menuju rumah yg jaraknya tak terlalu jauh
.
***
.
~siangnya di halaman depan rumah~
.
staro tengah duduk di bawah pohon apel di depan rumahnya itu sembari membaca sebuah buku novel.
.
beberapa saat kemudian lisa datang dengan melompati pagar antar halaman rumah mereka. karena memang rumah mereka berdua bersampingan
.
"hei kau sedang apa?" tanya nya yg langsung duduk di kursi ayunan yg berada di samping staro
.
"Ah kau ternyata" staro menoleh ke arah lisa kemudian menutup novel nya
.
"jangan panas-panasan di situ. duduk saja di bawah pohon ini rindang"
.
"ah. kau tadi pulang sendirian?" tanya lisa
.
"ya sudah tentu. kan kau tadi ikut mobil keluargamu" jawab staro menghampiri lisa dan duduk di ayunan satunya
.
"ahaha. maaf ya. aku tak bisa menolak kemauan ibuku"
.
"oh. begitu ya. yah aku mengerti. tak apa kock" jawab stAro tersenyum
.
"uhm. ya terima kasih" gumam lisa pelan turut tersenyum ke arah staro
.
entah kenapa di tengah senyum manis itu wajah lisa terlihat pucat
.
"uhm hari ini panas sekali ya." gumam lisa pelan
.
"yah. begitulah. itulah sebabnya aku membaca novelnya di luar saja. karena di dalam kamar itu panas sekali" ujar staro menatap ke atas. siang ini matahari nya benar-benar menyengat
.
"ah begitu ya. uhm" ujar lisa pelan memegangi kepalanya
.
tiba-tiba lisa terjatuh dari ayunan dan pingsan. wajahnya benar-benar pucat.
.
staro yg menyadari itu segera turun dari ayunan dan menghampirinya
.
"lis!. lisa? lisa? bangun, ada apa?" gumam staro tiba-tiba pAnik
.
"lisa!" tiba-tiba ayah lisa keluar dari rumahnya dan segera menghampirinya dAn membawa lisa ke dalam rumah
.
staro mengikutinya hingga ke depan pintu
.
"paman ada apa dengan lisa? lisa kenapa?" tanya staro yg masih panik
.
"tak apa. ia hanya kelelahan. dan dia memang belum makan siang. lisa tidak apa-apa. terima kasih ya sudah sering menemaninya" jawab ayah lisa itu kemudian ia menutup pintu meninggalkan staro yg masih mematung di sana, sampai kemudian staro pergi dari sana
.
***
.
ke esokan harinya. di pagi hAri saat staro menunggu lisa yg biasAnya memanggilnya untuk berangkat sekolah.
.
namun apa yg terjadi di pagi ini? hingga jam masuk sekolah pun lisa tak kunjung datang. ada apa? biasanya lisa selAlu menitip surat bila ia sedang izin ataupun sakit
.
karena waktu dan kecemasan. staro segera mengambil tas nya dan pergi ke rumah lisa.
.
"ting tung!" staro memencet bell yg terletak cukup tinggi di samping pintu
.
beberapa saat kemudian keluar ayah lisa yg membawa beberapa barang-barang rumah seperti kipas angin.
.
"ah. staro. ada apa?" tanya ayah lisa saat mengetahui staro tengah berdiri di depan pintu nya
.
"paman, lisa nya ada? ini sudah jam sekolah. atau mungkin dia sudah di antar?" tanya staro dengan raut wajah cemas bercampur bingung
.
"oh. ini sudah jam sekolah nya ya. tolong ya staro sampAikan kepada gurunya" jawab ayah lisa sembari memberikan sebuah surat izin dari dokter
.
"apa?. apa maksudnya ini paman?" tanya staro lagi yg semakin bingung
.
"saat ini kau harus pergi sekolah. dan tolong sampaikan surat izin itu" ujar ayah lisa singkat
.
"pasti ku sampaikan paman. tapi tolong beritahu aku. lisa sakit apa? dan di mana dia di rawat?" tanya staro lagi bersikeras ingin tahu apa yg terjadi sebenarnya
.
"aku tak bisa memberi tahumu. tapi jika kau ingin menjenguknya. ia di rawat di rumah sakit terdekat dari sini" jelas ayah lisa yg kemudian mulai berjalan menuju mobil nya bersama dengan barang-barang itu. lalu pergi meninggalkan halaman rumah
.
staro terdiam di sana. ia seakan tak percaya dengan apa yg terjadi. teman terbaiknya sekarang tengah di rawat di rumah sakit
.
perlahan staro melihat isi surat itu dan dari situ ia berhasil mendapatkan informasi tentang lokasi rumah sAkit itu "north side hospital"
.
ia segera mengambil sepedanya dan mengayuh nya sekuat tenaga menuju sekolah
.
"tidak! ini tidak mungkin! lisa."
.
sampai di sekolah staro segera berlari menuju meja guru piket
.
"selamat, pagi" seru staro dengan nada ter engah-engah
.
"eh kamu yg terlambat kemarin?! ada apa?" ibu guru piket itu kaget melihat staro yg datang tiba-tiba
.
"maaf sebelumnya tapi. ibu aku izin tidak masuk hari ini. ini" ujar staro sembari menyerahkan surat itu kemudian segera bergegas pergi
.
"apa?!" ibu guru itu terkejut saat melihat surat izin dari dokter itu
.
"tapi hei kamu tetap harus sekolah jika kamu sehat, atau kamu akan di anggap tidak hadir" seru ibu guru itu
.
"aku tak peduli!" teriak staro, saat ia berbalik air mata sudah mengalir di matanya
.
"apa aku harus membiarkan seorang sendirian saat dulu dia selalu menemaniku?!" ucapan staro itu menggema ke seluruh halaman depan sekolah dan berhAsil membuat stap guru piket itu terdiam. sepertinya luapan emosi sudah benar-benar menguasai dirinya. staro segera pergi menuju rumah sakit tempat lisa di rawat
.
***
.
staro mengayuh sepedanya sekuat tenaga. jarak antara sekolah dengan tempat tujuan adalah satu setengah kilo meter. cukup menguras tenaga. namun kekhawatiran nya itu mengalahkAn semua rasa lelah itu.
.
"sampai, akhirnya, sampai" ujar staro mencobA mengatur nafasnya. keringat bercucuran deras di dahinya. perlahAn ia mengelap seluruh keringatnya dengan sapu tangan kuning yg biasa di letakkan nya di saku belakang. hingga kemudian ia mulai melangkah masuk lewat pintu depAn rumah sakit
.
"anu permisi" sapa staro kepada suster yg ada di meja administrasi
.
"eh iyA dek. ada yg bisa kami bantu?" jawab suster itu sembari tersenyum ramah
.
"ah ya. apa benar ada pasien bernama elisa alisyah?"
.
"oh ya. sebentar ya dek. kami cek dulu" jawab suster itu singkat kemudian ia melihat ke sebuah papan data nama pasien yg terletak di meja administrasi itu
.
setelah hampir setengah menit berlalu
"ah iya. elisa alisyah ya. dia di rawat di lantai dua kamar no 24" ujar suster itu sembari memberi tahu letak lift yg ada di samping kanan
.
"oh. iya sus. terima kasih" staro segera berjalan menuju pintu lift yg masih tertutup itu. pandangAn nya terlihat kosong
.
setelah cukup lama menunggu akhir nya pintu itu terbuka dengan membawa beberapa orang tak di kenal yg tersenyum menyapa staro. namun sepertinya hati staro sudah terlalu berat untuk menyambut senyum itu. ia segera mAsuk dan naik ke lantai 2
.
"ting!" pintu lift terbuka
.
staro yg masih mengenakan seragam sekolah melirik ke kiri dan ke kanan sampai akhirnya ia menemukan pintu ber nomor 24 itu. tanpa pikir panjang ia segera berlari menuju pintu itu dengan seluruh tenaga yg tersisa
.
"ckrek!"
.
ia segera membuka pintu putih itu secara perlahan
.
perlahan. sampai pintu putih itu terbuka sepenuhnya
.
dan benar saja. lisa benar-benar sedang di rawat di ruang itu. tubuhnya terkulai lemah di atas tempat tidur. infus dan layar monitor yg menunjukkan detak jantung nya yg lemah turut menemaninya di sana.
.
"lisa!" ucap staro saat mendapati lisa yg terbaring lemah. matanya yg berkaca-kaca mewakili apa di rasakan hatinya
.
ia segera menghampirinya dan menggam lembut tangan lisa yg terhubung dengan infus. dari matanya tertetes air mata yg jatuh menuju tangan mereka berdua. lisa yg masih tak sadarkan diri hanya bisa merasakan hangat nya tangan staro itu di dalam hatinya. hal itu membuat detak jantungnya sedikit membaik.
.
"lisa. uhm. tidurlah. istirahatlah. maaf kemarin membuatmu berlari mengejarku. aku yg salah. hiks" gumam staro pelan yg terisak dalam tangisnya
.
beberapa menit kemudian staro mengambil sebuah kursi plastik dan duduk di samping tempat tidur lisa sembari masih menggenggam lembut tangannya. ia mulai sadar. kalau sebenarnya. tubuhnya sendiri sudah mulai kelelahan dan ikut tertidur
.
***
.
~Flash back end~
~back to bumi 2021~
.
Staro PoV
.
"starooo!" teriak suara perempuan. tunggu di mana ini. kenapa tiba-tiba tempat ini menjadi gelap. aku di mana?
.
"apa itu?" aku melihat secerca cahaya di sana. apa itu? ada apa ini?. aku mencoba berlari menuju cahaya itu. perlahan cahayanya semakin dekat dan semakin terang. itu? itu pintu? pintu yg terbuka. di dalam sana sangat terang. aku tak bisa melihat apa yg ada di baliknya. hingga akhir ku putuskan untuk menerobos pintu ini. aku tak tau tempat apa ini, di mana, dan sedang apa. namun yg ku dapati di sini hanya sebuah pintu putih. apa yg ada di baliknya?.
.
penglihatanku semakin silau. sangat terang. sampai akhirnya pintu itu semakin dekat dan dekat sampai bisa ku rasakan dan ku dengar apa yg ada di baliknya
.
karena terlalu terang, aku menutup mataku saat semAkin dekat dan dekat. sampai akhirnya aku melewati pintu itu
.
***
.
"sangat sejuk di sini. tempat apa ini? suara apa ini? air terjun" gumam batinku di sana, perlahan aku mulai membuka mataku
.
dan saat mataku terbukA sepenuhnya seketika mataku terbelalak melihat tempat ini. rupanya aku berada di atas tebing tinggi. di samping kiri dan kananku ada jurang yg sangat dalam dan di baliknya terhampar padang rumput yg hijau. yg lebih membuatku terbelalak adalah keindahan air terjun besar yg membentang di depanku, airnya sangat jernih. tempat apa ini? di mana aku?
.
eh tunggu? di tengah-tengah air terjun yg mengalir deras itu aku melihat sesuatu. seperti manusia, seorang perempuan? aku mencoba memfokuskan mataku
.
"eh tunggu. itu kan?! lisa?!" lisa? benarkah itu lisa? ia melayang di sana
.
"eh?!" tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan mendorongku dari belakang. membuatku terjatuh dari tebing tinggi itu menuju jurang dalam
.
"aaaaaaaaa!!!" teriakku menggema ke seluruh jurang. aku terjatuh dan sangat cepat ke bawah. semakin ke bawah semakin gelap. sampai akhirnya...
.
***
.
"aaaaaa!" teriakku yg tersadar dari tidurku. a apa? mimpi, itu tadi mimpi?
.
tunggu di mana aku? eh inikan? rumah sakit yg sudah di tutup. akh! ya aku ingat. hujan turun dan aku terjebak di sini. hujan nya sudah reda?. Aku masuk ke sini dan
.
"akh!. lisa" gumamku pelan. kepAlaku sAkit. aku kembali teringat ke lisa. aku merasA ingatanku berat. kejadian 4 th lalu itu benar-benar bisa ku ingat. namun tidak sepenuhnya. kepalaku mAsih sakit.
.
"akh! sial!" gumamku pelan yg mencoba berdiri. aku bisa merasakan sebuah luka gores di lututku
.
"ah ya, aku ingat apa yg terjadi. aku melihat sesosok perempuan, lalu ia membawaku ke sini, dan aku pingsan setelah membuka pintu ini. lalu..." ujarku mencoba mengingat-ingat
.
"akh! mimpi aneh itu" ya. aku juga ingat mimpi itu.
.
"sial. aku bisa ada di tempat seperti ini" gumAmku sembari melihat ke arah dalam kamar rs bekas lisa di rawat ini. ya listrinyA memang sudah hidup dan hujan nya juga sudah reda
.
aku merasa aneh pada diriku sendiri. tapi yg jelas sekArang aku berada di sebuah rumah sakit yg sudah di tinggalkAn. dan. eh? apa itu?
.
aku melihat sebuah benda aneh di atas tempat tidur di kamar itu. aku berjalan mendekatinya. itu terlihat seperti kalung?
.
"apa ini?" gumamku pelan sembari mengambil dAn melihati kalung itu
.
"uhm. terahir kali aku ke kamar ini. aku tak melihat benda ini" gumamku pelan yg mulai menerka-nerka asal mula benda ini
.
"kalung itu bewarna putih yg sudah mulai berkarat. jadi bisa di perkirakan umurnya sudah lebih dari dua tahun..." gumamku yg mulai mengeluarkan keahlian kimiAku tentang zat besi
.
"apa benda ini milik lisa?, tapi tidak mungkin. mungkin benda ini milik seorang setelah lisa yg menempati kamar ini. tApi rumah sakit ini di tutupkan. kalau tidak salAh 3 tahun lalu. karena semua kegiatan di pindah ke pusat yaitu hospitAl center jadi kemungkinan juga lisa adalah penghuni terahir. belum jelas siapa pemilik benda ini. namun jika ini milik lisa. aku akan menjaganya" ujar batinku sembari mengantongi kalung itu di saku belakangku
.
"uhm. sekarang ini sudah jam berapa" gumamku sembari menghidupkan ponsel. jam menunjukkan pukul 23.32 namun aku terkejut saat mendapati notifikasi yg mengatakan 24 pAnggilan tak terjawab. aku membuka notif tersebut dan ternyata kiAn lah yg membuat panggilan itu.
.
log terahir nya mengatakan bahwa panggilan itu terjadi sekitar 8 menit yg lalu. ini belum lama. segera aku menghubungi kian lagi
.
"duuuuuth!"
"duuuuuuth!" bunyi deringnyA ketika menghubungkan
.
"click!" kian merespon panggilan!
.
"ha halo kian?"
.
"hoii! kau di mAna?! kami sudah menunggumu 3 jam di sini!" teriAk kian yg terdengar keras dari earpiece handphone itu, sepertinya berhasil membuat telingaku bengkak
.
"oh astogeh telingaku bisa hancur" gumamku dengan nada suram
.
"ah ya. jadi begini. tadi aku terjebak macet, di jalur pusat" jelasku mencoba melontarkan alasan yg paling signifikan. huehehe :v
.
"dasar payah. kenapa tidak lewat jalur alternatif saja"
.
"ah ya. jadi ceritanya aku tadi dari mengantar kakak membeli bahan untuk makanAn di cafe kami" ucapku ngeles lagi. oh sepertinya bohongku sudah keterlaluan ya sampAi bawa-bAwa kAkak
.
"oh. begitu ya. ok. jadi sekarang kAu ada di mana?" pertanyaan kian itu berhasil membuatku terdiam
.
"eh aaaa, anu, aaaa. ini jalan apa ya?" ucapku yg berpura-pura sedang bingung di perempatan
.
"ah teserah. yg pasti datang ke sini secepatnya-"
.
"eh tunggu. tapi kau ada di mana? dan apa kau sendirian? atau bersama leo?" tanyaku meminta lokasi mereka
.
"oh iyA. soal itu. karena tadi hujan deras. jadi kami berteduh di sebuAh bangunan rumah tua yg sebelum persimpangan ke sekolah. kau tau tempat ini kan?" jelas kian
.
"rumah tua? oh ya. yg di dekat minimarket?" tanyaku menerka-nerka bangunan itu
.
"ah iya tepat di seberangnya" jawab kian singkat
.
"ok baiklah. aku segera ke sana" ujarku singkat
.
"ok" kalimat terahir kian sebelum ia mematikan handphone nya
.
ah baiklah. aku sudah tak ada urusan lagi disini jadi lebih baik aku pergi saja. perlahan aku berjalan menuju tangga darurat yg tadi ku lewati. luka gores di lututku ini masih terasa sakit. ya saat aku sampai di lantai dAsar ternyata benar saja. sebuah kursi logam tergeser cukup jauh dari tempatnya. itu adalah kursi yg tadi aku tabrak. huuu. ternyata aku ini memang payah
.
tiba di luar, aku melihat motorku yg nampak basah karena hujan deras tAdi, aku segera menghampiri untuk menghidupkannya. tapi dalam percobaan pertama motornya tidak mau hidup. mesin nya terasa dingin
.
"akh. kenapa lagi ini?" ucApku yg melihati ke arah mesin
.
"oh ayolah" ucapku mencobA menghidupkAnnyA berkali-kali
.
"brum! brum!!"
.
"yes. akhirnya hidup juga. haha. ok otw pagar sekolah" ucapku dengan sedikit senyum yg kemudian langsung bergegas menuju tempat kian dan leo berada...
.
***
.
Author PoV
.
Entah apa yg akan terjadi. hanya bisa menerkanya. Belum jelas dengan apa yg ada di rAk buku tua di perpus itu, sekarang sudah muncul lagi misteri baru mengenai kalung putih yg di temukan dalam kamar rs ber no24 di north side hospital. siapa pemilik nya? apa adA hubungannya dengan lisa?
.
~Selanjutnya di the Cronicles of: Fantasy~
Ke tiga sahabat ini bertemu di sebuah rumah tua untuk menyusun rencana. bagaimana cara masuk ke perpus? akankah staro dapat menemukan pulpen nya? namun saat mereka semakin dekat. mereka benar-benar bisa melihat tabir tabu yg ada di balik lemari misterius itu? tabir apakah itu?
Kita akan tahu di chapter ke tiga.
.
"apakah orang berdosa bisa di maafkan?'
.
.
Bersambung...
.
Author note: Yoo Guys! lama ya auth gk update. hampir 2 minggu ya? yah begitulah. kebanyakan sibuk di duta sob. tugas inilah, itulAh, haha. tapi emank admin lagi fokus scholl sob. Education is the moss powerfull weaphon, for changing the world. huehehe. tapi tentu kalo ada kaca depan. kita juga harus liat kaca spion sob. ini novel tetap harus di lanjutin. walau emank si selain banyak kerjaan, auth juga sempat blank idea hadeeeh. mungkin karena memang auth lg gk enAk badan waktu itu, karena patah hati kali yak :v wkwk . astogeh ngapa auth jadi curhat gini yak :v yodah2 sekian ceramahnya. minta kritik, saran, like, coment, and subscribenya yak. :v . ok sekian dari auth. sampai jumpa di update berikutnya :)
.
The cronicles of fantasy
Copyright ©2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar